SERANG – Warga Kampung Salira Waringin RT 006/RW 002, Desa Salira, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, mengeluhkan dampak aktivitas penambangan galian C yang dilakukan PT Yamika. Keluhan utama terkait kondisi jalan lingkungan yang menjadi licin dan kotor akibat tanah serta kerikil yang terbawa kendaraan pengangkut hasil tambang.
Menurut keterangan warga, mobil truk tronton pengangkut batu kerap keluar dari lokasi tambang dalam kondisi ban yang masih dipenuhi tanah. Saat musim hujan, material tersebut menempel dan tercecer di jalan sehingga membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.
“Awalnya PT Yamika berkomitmen akan membersihkan ban mobil pengangkut dan mempekerjakan empat orang untuk membersihkan jalan. Namun kenyataannya terkadang hanya satu orang yang bertugas. Kami minta setiap kendaraan dibersihkan dulu dengan alat steam atau ramdor sebelum keluar area, serta penambahan petugas dan penyiraman jalan minimal tiga kali sehari,” ujar salah seorang warga, Rabu (18/2/2026).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Salira, H. Sanudin, membenarkan adanya keluhan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa warga sempat berencana melakukan aksi pemblokiran akses keluar masuk tambang pada Rabu sore.
“Memang hari ini warga RT 006/RW 002 berencana memblokir jalan. Menurut saya, petugas penyapu jalan yang ada tidak sebanding dengan banyaknya truk yang melintas. Semalam sudah dikomunikasikan dengan pihak Polres Cilegon melalui Kasat Intel. Untuk sementara, aktivitas galian dihentikan sampai alat pembersih ban tersedia,” jelas H. Sanudin.
Sementara itu, Pengawas PT Yamika, Suryanto (Tato), menyatakan pihak perusahaan memahami adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat terkait aktivitas tambang.
“Dari sekian banyak warga tentu ada yang pro dan kontra. Kami selalu berupaya menanggapi keluhan masyarakat. Saat ini kami sedang menyiapkan fasilitas pembersih ban agar tidak mengotori jalan saat kendaraan keluar dari lokasi galian,” ujarnya.
Warga juga menyampaikan rencana audiensi dengan pihak perusahaan pada Jumat, 20 Februari 2026 pukul 16.00 WIB. Mereka berharap pemilik PT Yamika, Syarip, dapat hadir untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap ada solusi konkret dari pihak perusahaan guna meminimalisir dampak lingkungan dan menjaga keselamatan pengguna jalan di sekitar lokasi tambang.
Laporan: Tata








