Beranda Nasional GILIMANUK BALI KMP Portlink VII Kembali Beroperasi, Bantu Urai Kepadatan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk

KMP Portlink VII Kembali Beroperasi, Bantu Urai Kepadatan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk

1822
0

Gilimanuk, 14 Maret 2026 – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali mengoperasikan kapal berkapasitas besar KMP Portlink VII guna membantu mengurai kepadatan arus kendaraan dan penumpang di lintas penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk – Pelabuhan Ketapang.

Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya mobilitas kendaraan dan penumpang yang melintasi Selat Bali dalam beberapa hari terakhir.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, mengatakan bahwa pengoperasian kembali kapal tersebut merupakan bagian dari strategi optimalisasi armada untuk menjaga kelancaran layanan di salah satu lintas penyeberangan tersibuk di Indonesia.

“Dengan kapasitas angkut yang besar, KMP Portlink VII dapat membantu mempercepat pergerakan kendaraan dan penumpang sehingga diharapkan mampu mengurangi antrean serta menjaga kelancaran arus penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk,” ujar Windy.

Kapal tersebut memiliki kapasitas angkut hingga sekitar 600 penumpang dalam satu perjalanan, serta mampu membawa kombinasi kendaraan sekitar 30 unit truk dan 100 kendaraan kecil dalam satu kali penyeberangan.

Sebelum kembali beroperasi, KMP Portlink VII telah menjalani proses perbaikan dan pengecatan ulang setelah sebelumnya sempat mengalami insiden kebakaran. Kapal juga menjalani uji pelayaran (sea trial) guna memastikan seluruh sistem, termasuk mesin dan navigasi, berfungsi optimal serta memenuhi standar keselamatan pelayaran.

Berdasarkan hasil pengujian tersebut, kapal dinyatakan layak dan siap melayani pengguna jasa. Kapal ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Sabtu (14/3) pukul 13.00 WIB di lintas Ketapang–Gilimanuk.

Trafik Meningkat Jelang Nyepi

Pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk yang akan menyeberang ke Pelabuhan Ketapang mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan ini dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan lebih awal, sekaligus aktivitas distribusi logistik yang memanfaatkan waktu operasional sebelum penutupan sementara penyeberangan saat Hari Raya Nyepi.

Sejak Kamis (12/3), area parkir pelabuhan dipadati berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, bus, hingga truk logistik. Antrean kendaraan, khususnya truk, bahkan terpantau memanjang hingga sekitar Pasar Gilimanuk, atau sekitar dua kilometer dari pintu masuk pelabuhan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko menjelaskan bahwa peningkatan kendaraan logistik dipengaruhi aktivitas distribusi barang yang berupaya menyeberang sebelum diberlakukannya pembatasan angkutan barang pada periode angkutan Lebaran.

Selain itu, sebagian masyarakat juga memilih melakukan perjalanan lebih awal guna mengantisipasi penutupan sementara layanan penyeberangan saat perayaan Nyepi.

Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, ASDP bersama para pemangku kepentingan melakukan pengaturan operasional kapal serta manajemen antrean di pelabuhan. Dalam kondisi tertentu, penyeberangan diprioritaskan bagi kendaraan penumpang seperti sepeda motor dan mobil pribadi guna menjaga mobilitas masyarakat, sementara kendaraan logistik tetap dilayani secara bertahap sesuai kapasitas kapal.

Data Pergerakan Penumpang dan Kendaraan

Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam pada 13 Maret 2026 (H-8), jumlah perjalanan kapal tercatat 220 trip. Realisasi penumpang dari Bali menuju Jawa mencapai 37.877 orang, dengan rincian kendaraan 6.066 unit roda dua, 3.573 kendaraan kecil, 2.154 truk, dan 383 bus, sehingga total kendaraan mencapai 12.176 unit.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-8, total penumpang tercatat 97.572 orang dengan 31.045 kendaraan.

Sementara itu, berdasarkan data Posko Ketapang pada periode yang sama, jumlah perjalanan kapal tercatat 231 trip. Penumpang dari Jawa ke Bali mencapai 26.173 orang, atau naik 6,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jumlah kendaraan truk tercatat 2.604 unit atau meningkat 10,8 persen, sedangkan bus mencapai 635 unit atau naik 7,4 persen. Total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 5.365 unit, atau meningkat 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-8, total penumpang dari Jawa ke Bali mencapai 66.305 orang dengan total kendaraan 15.410 unit.

ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas di pelabuhan serta mempersiapkan perjalanan dengan baik agar proses penyeberangan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

(Tata)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini