SERANG |SAHABAT.SUMSELNEWS.CO.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Banten mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 di bawah kepemimpinan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki. Berdasarkan hasil Press Release Akhir Tahun 2025, tingkat kejahatan berhasil ditekan hingga 2 persen, sementara penyelesaian perkara meningkat signifikan sebesar 21 persen.

Press release yang digelar di Mapolda Banten tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, para Pejabat Utama (PJU) Polda Banten, serta dihadiri pimpinan redaksi dan insan pers.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel Polri yang didukung sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.
“Sepanjang 2025, Polda Banten terus berupaya menghadirkan Polri yang Presisi melalui peningkatan kinerja, inovasi pelayanan publik, serta penegakan hukum yang berkeadilan. Meski di tengah keterbatasan jumlah personel, kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Kapolda menjelaskan, jumlah penduduk di wilayah hukum Polda Banten mencapai sekitar 8.048.029 jiwa, dengan kekuatan personel Polri sebanyak 7.843 personel. Rasio pelayanan Polri terhadap masyarakat berada pada angka 1:1.026, atau sekitar 53 persen dari rasio ideal nasional 1:450.
“Dengan keterbatasan tersebut, kami tetap berupaya maksimal agar pelayanan dan perlindungan masyarakat tetap optimal,” tegasnya.
Dalam mendukung Asta Cita Presiden RI, Polda Banten aktif menjalankan berbagai program strategis nasional, di antaranya ketahanan pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program ketahanan pangan mencatat lahan tanam seluas 2.292,34 hektare dari total 3.388,2 hektare, dengan hasil panen jagung yang terserap Bulog mencapai 2.863 ton atau 103,8 persen dari kapasitas gudang.
Sementara melalui GPM, Polda Banten menyalurkan 3.503,355 ton beras SPHP atau 70,13 persen dari target. Adapun program SPPG telah mengoperasikan 16 unit yang melayani 172 sekolah dengan total penerima manfaat 41.031 orang, mayoritas merupakan pelajar.
Kapolda juga memaparkan berbagai program unggulan Polda Banten, seperti PECAK, Warung Bhabinkamtibmas (WARBIN), Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN), Polisi Peduli Pendidikan (POLDIK), DIMTAQ, serta program Suling, Jumling, dan Minggu Kasih yang menekankan pendekatan humanis kepada masyarakat.
Terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sepanjang 2025 tercatat 6.995 kasus, naik 2 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun, kejahatan konvensional turun 1 persen, dan kejahatan yang meresahkan masyarakat turun 2 persen, meskipun kejahatan transnasional mengalami kenaikan 23 persen.
Dalam penegakan hukum, Ditreskrimum mencatat jumlah tindak pidana sebanyak 2.294 kasus atau turun 2 persen, dengan penyelesaian perkara meningkat menjadi 912 kasus. Sementara itu, Ditresnarkoba menangani 805 kasus narkotika dengan total tersangka 1.085 orang.
“Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polda Banten. Kami akan terus meningkatkan kualitas penyidikan dan menindak tegas berbagai bentuk kejahatan,” tegas Kapolda.
Menutup press release, Irjen Pol Hengki mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga sinergi demi terwujudnya Banten yang aman dan kondusif.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, kami optimistis Polda Banten terus bertransformasi menuju Polri yang Presisi,” pungkasnya.
Sumber: Humas Polda Banten
Laporan: Tata








