KETAPANG, KALIMANTAN BARAT – Insiden serius yang melibatkan warga negara asing menggegerkan Kabupaten Ketapang. Sebanyak 15 Warga Negara China (WNC) diduga melakukan penyerangan terhadap personel TNI dan warga sipil di area PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) pada 14 Desember 2025, yang berujung pada penahanan 26 WNC oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.

Peristiwa bermula sekitar pukul 15.30 WIB, saat petugas keamanan PT SRM bernama Iwan mendapati empat WNC menerbangkan drone di atas kawasan perusahaan, sekitar 300 meter dari pintu masuk utama. Aktivitas tersebut dinilai mencurigakan karena dilakukan di area terbatas dan tanpa koordinasi resmi.
Iwan kemudian bersama lima personel Batalyon Zipur 6/SD TNI mendekati lokasi untuk meminta klarifikasi. Di tempat kejadian, petugas menemukan empat WNC asal Beijing tengah mengoperasikan drone tanpa penjelasan yang memadai.
Situasi mendadak berubah tegang ketika 11 WNC lainnya muncul secara tiba-tiba, diduga telah berada di sekitar lokasi. Mereka membawa senjata tajam jenis parang, airsoft gun, serta alat setrum, lalu melancarkan serangan mendadak terhadap petugas dan warga sipil.
Akibat penyerangan tersebut, satu unit mobil dan beberapa sepeda motor milik PT SRM mengalami kerusakan berat. Aparat berhasil mengamankan satu bilah senjata tajam milik pelaku sebagai barang bukti. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Karena jumlah pelaku jauh lebih banyak, personel TNI melakukan penarikan mundur secara taktis guna mencegah eskalasi konflik yang lebih besar dan menjaga stabilitas keamanan di lokasi.
Pasca kejadian, Direktorat Jenderal Imigrasi bergerak cepat dengan menahan 26 WNC yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut. Penahanan dilakukan untuk pemeriksaan dokumen keimigrasian, legalitas aktivitas, serta dugaan pelanggaran hukum lainnya.
Sementara itu, TNI bersama Polres Ketapang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif penyerangan, tujuan penerbangan drone di area strategis perusahaan, serta kemungkinan keterkaitan dengan pelanggaran keamanan dan hukum nasional.
Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan memperketat pengamanan di sekitar lokasi kejadian dan memastikan situasi tetap kondusif.
—Sumber: berbagai sumber |Foto: lingkar.co & kompas.com| Editor: DRM/SHR






