Karina Ranau, istri mendiang aktor Epy Kusnandar, mengaku mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang pria di depan warung makan miliknya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2026/Dok.ist)
Jakarta, 17 Juni 2026 – Karina Ranau, istri mendiang aktor Epy Kusnandar, mengaku mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang pria di depan warung makan miliknya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2026).
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV dan video amatir yang memperlihatkan insiden itu beredar luas di media sosial.
Menurut keterangan Karina, kejadian bermula sekitar pukul 11.45 WIB saat warung makan miliknya masih dalam tahap persiapan sebelum buka. Seorang pria pengendara motor disebut datang untuk memesan makanan ketika warung belum sepenuhnya beroperasi.
Karina mengaku telah meminta pria tersebut untuk menunggu beberapa saat hingga warung siap melayani pelanggan. Namun, situasi mulai memanas ketika ia menegur pengendara tersebut karena memarkirkan kendaraannya di area depan usaha milik orang lain.
Teguran itu, kata Karina, dilakukan untuk menjaga hubungan baik dengan para pelaku usaha di sekitar lokasi. Ia meminta agar kendaraan dipindahkan ke area yang telah disediakan.
Menurut pengakuannya, pria tersebut merespons dengan nada tinggi sebelum menghampirinya. Karina mengaku sempat khawatir akan mengalami pemukulan. Namun, yang terjadi kemudian adalah dorongan yang disebut cukup kuat hingga membuat dirinya kehilangan keseimbangan dan jatuh ke badan jalan.
Akibat insiden tersebut, Karina mengaku mengalami luka lecet pada bagian kaki dan sempat merasakan pusing setelah terjatuh.
Pasca-kejadian, Karina langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. Ia juga menjalani pemeriksaan serta visum guna melengkapi proses hukum yang sedang berjalan.
Meski keluarga terduga pelaku disebut telah menyampaikan permintaan maaf, Karina menyatakan masih ingin menempuh jalur hukum. Menurutnya, proses tersebut penting sebagai bentuk pencarian keadilan sekaligus pembelajaran agar tindakan serupa tidak terulang.
Di sisi lain, Karina juga membantah berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial yang menyebut insiden tersebut sebagai rekayasa atau bagian dari strategi promosi. Ia menegaskan bahwa peristiwa itu merupakan kejadian nyata yang dialaminya saat menjalankan usaha.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pria yang disebut dalam laporan Karina maupun dari pihak kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. Redaksi tetap membuka ruang bagi semua pihak untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan guna menjaga keberimbangan informasi.
(Tata)








