CILEGON –SAHABAT MEDIA SUMSELNEWS | Aliansi Banten Birokrasi (ABB) menggelar aksi unjuk rasa siang ini di area Proyek Pembangunan Admin Building PLTU Unit 9–10 Indonesia Power Suralaya, Kota Cilegon. Aksi ini menyoroti dugaan korupsi, maladministrasi, dan diskriminasi terhadap tenaga kerja serta pengusaha lokal.
Sekitar 555 peserta dari delapan lembaga tergabung dalam aksi tersebut. Mereka menilai proyek bernilai besar ini diduga sarat penyimpangan sejak proses lelang hingga pelaksanaan di lapangan. ABB juga menuding adanya penunggakan pembayaran kepada kontraktor lokal dan minimnya keterlibatan tenaga kerja dari wilayah Ring 1 Suralaya.
Selain masalah sosial dan ekonomi, massa juga menyoroti potensi pencemaran lingkungan akibat aktivitas proyek yang berdekatan dengan kompleks PLTU.
Melalui orasinya, ABB menuntut aparat penegak hukum segera menginvestigasi dan mengaudit anggaran proyek, serta menindak oknum yang diduga terlibat. Mereka juga mendesak PT Indo Raya Tenaga, PT Hutama Karya, dan PLN/Indonesia Power untuk menuntaskan persoalan pembayaran dan membuka ruang pemberdayaan bagi tenaga kerja lokal.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan kondusif. ABB menegaskan, gerakan ini murni sebagai upaya mendorong transparansi dan keadilan bagi masyarakat sekitar proyek.
—Penulis : Tata








