Beranda Nasional JAKARTA Prof Sutan Nasomal Soroti Antrean BBM, Desak Pemerintah Pastikan Stok dan Kendalikan...

Prof Sutan Nasomal Soroti Antrean BBM, Desak Pemerintah Pastikan Stok dan Kendalikan Dampak Ekonomi

974
0

Jakarta – Meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) menjadi perhatian berbagai kalangan. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi pengguna BBM bersubsidi yang harus mengantre dalam waktu cukup lama.

Menanggapi kondisi tersebut, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional dan ekonom nasional, menyampaikan pandangannya kepada sejumlah awak media cetak dan media daring di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Menurut Prof. Sutan Nasomal, apabila antrean panjang terjadi secara meluas, pemerintah perlu memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman agar tidak memicu kepanikan di masyarakat.

“Pemerintah harus memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa stok BBM tersedia dan distribusinya berjalan lancar, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran maupun antrean berkepanjangan,” ujarnya.

Ia menilai antrean yang berlangsung hingga satu hingga dua jam dapat berdampak pada aktivitas masyarakat, khususnya pekerja dan pengendara roda dua yang harus menunggu di bawah terik matahari. Kondisi tersebut juga berpotensi mengurangi produktivitas karena keterlambatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, Prof. Sutan Nasomal menyampaikan bahwa kenaikan biaya energi berpotensi memengaruhi harga berbagai kebutuhan pokok. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pengendalian inflasi, termasuk melalui penyelenggaraan pasar murah dan program stabilisasi harga.

Ia juga mengimbau pemerintah agar meningkatkan perhatian terhadap kelompok masyarakat rentan, seperti lanjut usia (lansia) dan anak-anak yatim, melalui program bantuan sosial yang tepat sasaran agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan narasumber. Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pemerintah maupun pihak terkait mengenai kondisi distribusi BBM yang disampaikan dalam pernyataan tersebut. Sesuai Kode Etik Jurnalistik, media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak-pihak yang berkepentingan.

___________

Nara sumber : Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional dan ekonom nasional. | Editor: Darmawan, S.kom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini