TANGERANG — Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran di Kabupaten Tangerang diperkuat melalui kolaborasi Gyokai Indonesia Kompeten dan Universitas Tangerang Raya (UNTARA).
Kerja sama tersebut berlangsung di Kantor LPK & SMK Gyokai Indonesia Kompeten, Cisoka, Senin (9/2/2026). Kolaborasi diarahkan untuk memadukan pendidikan vokasi, dunia kerja, dan pendidikan tinggi sehingga lulusan SMK tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi, pengalaman kerja, penghasilan, serta kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana.
Rektor UNTARA Mardiyana mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM, khususnya di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, pendidikan yang baik menjadi salah satu kunci menghadapi persoalan kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan.
Ia mengapresiasi program Gyokai Indonesia Kompeten yang memberikan peluang kepada lulusan untuk disalurkan ke berbagai perusahaan industri, baik di Kabupaten Tangerang maupun daerah lainnya.
“Dengan pendidikan yang bagus di SMK-nya Pak Teguh di Gyokai ini, setelah lulus nanti akan disalurkan di berbagai perusahaan industri di Kabupaten Tangerang ini dan mungkin juga di luar Kabupaten Tangerang,” ujar Mardiyana.
Tidak berhenti pada penempatan kerja, lulusan juga didorong kuliah sambil bekerja. UNTARA menyiapkan sejumlah program studi, di antaranya Manajemen, Akuntansi, Bisnis Digital, Teknik Industri, Teknik Informatika, dan Teknik Sipil.
Mardiyana menilai konsep kuliah sambil bekerja akan memberikan pengalaman yang lebih nyata karena mahasiswa tidak hanya memahami teori akademik, tetapi juga memiliki pengalaman langsung di dunia kerja.
“Kalau kuliah sambil bekerja, Insya Allah akan menjiwai benar dan mendidik anak-anak kita untuk menjadi mandiri. Apalagi sudah kuliah dengan biaya sendiri, enggak minta orang tua,” katanya.
UNTARA juga menawarkan biaya pendidikan yang relatif terjangkau, dengan UKT sekitar Rp300 ribu hingga Rp350 ribu per bulan, sehingga diharapkan dapat dijangkau oleh para pekerja muda.
Gyokai Dorong Generasi Mandiri
CEO LPK & SMK Gyokai Indonesia Kompeten Teguh Imam Pambudi mengatakan, kerja sama dengan UNTARA merupakan bagian dari upaya membangun model pendidikan yang menghubungkan sekolah, industri, dan perguruan tinggi.
Menurut Teguh, pendidikan tidak semestinya hanya berorientasi pada ijazah maupun keuntungan, tetapi harus mampu membekali generasi muda dengan kompetensi dan kemandirian.
Ia juga menilai program Teaching Factory yang dimiliki UNTARA sejalan dengan konsep pendidikan vokasi karena mahasiswa dapat belajar sekaligus mengenal proses produksi dan kebutuhan industri secara langsung.
“Kita lagi membangun generasi bangsa kita ini bukan jadi bangsa yang pengemis. Ini bangsa yang mandiri, kreatif,” tegas Teguh.
Melalui program tersebut, lulusan diharapkan tidak lagi menghadapi pilihan sulit antara bekerja karena tidak memiliki kompetensi atau kuliah karena tidak memiliki biaya.
“Begitu lulus enggak bingung lagi. Mau kuliah enggak punya uang, mau kerja enggak punya kompetensi, enggak ada,” ujarnya.
Teguh menyebut kolaborasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk membangun Generasi Emas 2045. Gyokai Indonesia Kompeten juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi lain yang memiliki komitmen terhadap pendidikan berkualitas dan biaya yang terjangkau.
Sementara itu, Mardiyana berharap keberhasilan program tersebut dapat menjadi model yang dikembangkan ke daerah lain hingga tingkat nasional.
“Insya Allah kalau Tangerang ini sukses, akan kita melebarkan sayapnya ke daerah lain dan Indonesia seluruhnya,” pungkasnya.
(SHR)








