Kacau…!!! Ada apa Dengan Kantor Kecamatan Cikarang Barat Arsip Dicari dan HP Raib
Bekasi- Sahabat.sumselnews.co.id || – Satpol PP Cikarang Barat Sukses Uji Coba Sistem Keamanan : Orang Asing Masuk, CCTV Mati, dan Petugas Piket Tak Tahu Apa-apa Kantor Kecamatan Cikarang Barat mendadak jadi perhatian usai ruangan Camat dan sejumlah ruang vital sekretaris camat, ruang Kasi Pemerintahan dan ruangan Umpeg,’dikunjungi’ orang tak dikenal pada Rabu (3 Desember 2025) malam. Kejadian itu terkuak saat pegawai masuk kerja Kamis pagi dan menemukan ruang kerja Camat dalam kondisi tidak normal, pintu tidak terkunci .
Tak hanya itu, sebuah handphone milik pemerintah yang digunakan untuk absensi juga dilaporkan hilang dari ruang Urusan Umum dan Pegawai (Umpeg). Namun, yang jadi sorotan adalah sikap petugas keamanan yang sedang piket malam itu.
“Saat kejadian, memang ada petugas jaga dari Satpol PP Trantib. Dua orang Dharma dan Asep dan saya ada diluar sampai jam 5 bersama rekan kepolisian,” ujar Memet, anggota Satpol PP Cikarang Barat saat dikonfirmasi, senin (8/12/2025).
Namun, ia membantah kantor itu dibobol. “Itu tidak dibobol. Pakai kunci. Kalau dibobol kan rusak,” katanya,
Kepala Seksi (Kasi) Satpol PP Kecamatan Cikarang Barat, Esso Juarsa, membenarkan kejadian tersebut. Namun, menurutnya, Camat Cikarang Barat tidak ingin memperkarakan kasus ini.
“Pa Camat nggak ada yang hilang di ruangannya. Jadi beliau memutuskan tidak perlu dilaporkan,” kata Esso.
Ketika media menanyakan laporan hilangnya HP dari ruang lain, Esso hanya menjawab, “Mungkin itu di ruangan yang lain.”
Pernyataan itu dikuatkan oleh bawahannya, Memet, yang menyebut jika korban tidak melapor ke polisi, maka tidak ada masalah. “Saya sering main dengan polisi, saya paham prosesnya. Kalau nggak ada laporan, ya nggak usah dibikin BAP. Anggap saja tidak ada masalah,” ujarnya.
Fakta lain yang memperparah adalah sistem CCTV kantor yang sedang mati total saat kejadian. “Iya, CCTV mati,” kata Esso singkat.
Respon masyarakat Hary mengatakan Bagaimana kantor pemerintahan yang seharusnya menjadi contoh ketertiban, justru memiliki sistem keamanan yang begitu rentan? Apakah fungsi piket dan penjagaan malam hanya formalitas belaka?.
Masyarakat pun mulai mempertanyakan, jika ruang camat saja bisa dengan mudah dimasuki orang tak dikenal di tengah penjagaan, bagaimana dengan keamanan data dan aset publik lainnya di kantor itu?.
(Abrul)







