Beranda Nasional SERANG Diduga Roti Basi dalam Program MBG, Orang Tua Siswa SDN Kota Baru...

Diduga Roti Basi dalam Program MBG, Orang Tua Siswa SDN Kota Baru Mengeluh

50
0

Kota Serang – Dugaan pendistribusian roti basi dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) mencuat di SDN Kota Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang. Sejumlah orang tua siswa mengaku menerima laporan dari anak-anak mereka terkait kondisi makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.

Program MBG tersebut diketahui didistribusikan oleh dapur penyedia yang dikelola Yayasan Amal Salam Pancasila, berlokasi di Lingkungan Kebun Sayur, Jalan Ki Tapa Blok PKPN No. 3, RW 002, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Salah satu wali murid menyampaikan keluhannya terkait roti yang dibagikan pada Kamis, 26 Februari 2026.

“Roti yang diberikan berbau asam seperti basi. Kami khawatir jika dikonsumsi anak-anak bisa berdampak pada kesehatan, seperti sakit perut,” ujar wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Ia juga mempertanyakan proses penyortiran makanan sebelum didistribusikan ke sekolah.

“Apakah tidak dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada siswa?” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh orang tua lainnya. Seorang wali murid bernama Entine menyebut bahwa selain roti, lauk abon yang diterima juga berbau tidak sedap. Ia bahkan mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat ditemukan buah jeruk dalam kondisi tidak layak konsumsi.

“Saya berharap ada evaluasi serius dari pihak terkait agar kejadian seperti ini tidak terulang. Jangan sampai anak-anak menjadi korban,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, pengelola MBG wilayah Kota Baru, Fauzan, saat ditemui di lokasi dapur penyedia, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

“Kami mohon maaf atas kejadian ini. Untuk roti yang diduga basi sudah kami tanyakan ke pihak pabrik. Ke depan kami akan lebih teliti agar tidak terulang. Kami juga berterima kasih atas masukan dan pengawasan dari masyarakat,” kata Fauzan.

Sejumlah pihak menilai peristiwa ini menjadi catatan penting bagi sistem pengawasan dan quality control (QC) dalam pelaksanaan program MBG. Mengingat sasaran program adalah siswa sekolah dasar, standar kebersihan dan kelayakan pangan harus dijalankan secara ketat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait mengenai hasil pemeriksaan atas dugaan tersebut. Awak media masih terus menggali keterangan kepada pihak-pihak terkait. Diharapkan evaluasi dan klarifikasi lebih lanjut dilakukan guna memastikan keamanan konsumsi bagi para siswa serta menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG.

(Tata)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini